Kamis, 15 Januari 2015

Aneka Supermaket Pilihan di Nijmegen

Hai hai! Kali ini gue mau ngebahas supermaket pilihan gue sewaktu nyari barang-barang ataupun produk kebutuhan sehari-hari. Eh tapi kenapa juga mau belanja harus pilih-pilih supermaket? Yaiya donk, buat mahasiswi yang sumber penghidupannya dari beasiswa (yang dalam kurs Euro nih harga rupiah itu kecil lho, tapi beasiwa gue cukuplah) harus pinter-pinter ngatur keuangan. So, belanja lah di tempat  yang menawarkan harga murah tapi gak murahan, hehe...

Nah yuk mulai, supermaket pilihan gue jatuh pada :
1. Lidl
Supermaket ini menawarkan berbagai kebutuhan pangan sehari-hari dari mulai buah-buahan, sayuran, daging, susu, keju, biskuit, minuman dan jenis makanan lainnya yang dapat menemani kamu para mahasiswa di waktu santai ataupun di tengah kesibukan menyelasaikan tugas kuliah. Makanan pun beraneka rupa dari bahan segar hingga olahan beku. Harganya pun cukup menyejukan hati, hehehe. Tidak hanya itu, di sini juga menjual beberapa produk pakaian lho seperti kaos, kemeja, celana dan handuk. Tidak hanya itu perlengkapan rumah seperti lampu hias, alat olahraga dan barang-barang musiman lainnya juga tersedia. Perlengkapan musiman seperti saat winter alias musim dingin, pihak supermaket akan menjual aneka pakaian winter (jacket tebal, sweater dan kaos kaki hangat), sepatu boot buat sky, dan alat olahraga dalam ruangan. Nah pas summer, banyak dipajang kaos oblong dan beberapa pakaian berbahan tipis.

Nah untuk lokasinya cukup dekat dengan asrama gue (sekitar 5 menit bersepeda dari Vossenveld), tepatnya di daerah jajaran pertokoan hatertseweg.

Area depan Lidl saat winter

2. Blokker
Nah kalo mau cari barang-barang rumah tangga seperti kitchen set (panci, sodet, pisau, piring, sendok, gelas, dll) ini tempat yang pas buat hunting. Harganya lumayan murah dan sering membuka discount gede-gedean untuk item tertentu. Di sini juga menjual aneka pajangan kayak lampu tidur, jam dinding, pernak-pernik, mainan anak dll. Belum lagi alat dan bahan produk pembersihnya dari sapu, alat pel serbaguna, alat pembersih kaca dan porselin sampai pembersih pakaian. Hal yang paling gue sukai adalah menemukan "ricecooker" isi sedang dengan harga 12 euro, murah dan baru lagi.
Nah lokasinya dari asrama gue sih sekitar 10 menit bersepeda, tepatnya di daerah Jacobslaan tapi ada juga yang terletak di centrum alias Nijmegen central.

3. Dunya International
Ini cukup penting buat gue karena tempat ini menyediakan aneka daging halal so gak perlu khawatir kalo mau bikin masakan ayam, bisa ke sini aja. Selain itu, toko ini juga menjual berbagai bahan dan bumbu Asia kayak tahu, tempe, kecap manis, kecap asin, sambal, aneka sayuran, bawang-bawangan dan gak kalah penting mie instan khas Indonesia (In**mie). Hanya saja beberapa produknya dijual dengan harga yang kadang lebih tinggi. Yah wajar saja kalo dipikir-pikir, kayak daging halal harganya lebih tinggi dari harga daging biasanya karena pembelinya juga spesifik muslim kan. Bumbu asia juga kan pembelinya orang-orang penikmat cita rasa Asia. Jadi ya gak papalah agak mahal kalo emang butuh pasti dibeli juga.
Lokasi : dekat asrama gue (sekitar 5 menit bersepeda), jajaran pertokoan hatertseweg.

4. Pale
Toko ini menjual berbagai aneka bumbu masakan Asia. Jadi gak perlu khawatir klo kangen saos, kecap, sambal ulek, indomie sampe beras kayak di Indonesia, silahkan mampir ke sini. Nah di sini juga menyediakan kupon diskon untuk pembelanjaan 10euro ke atas dikasih kupon yang ntar bisa dikumpulin sejumlah tertentu kemudian nantinya bisa dituker ma produk toko tersebut. Produk favorit gue dari toko ini adalah lumpia mini isi sayuran. Harganya murah dan lumayan enak buat jadi cemilan (bagi pecinta gorengan).
Lokasi : dekat asrama gue (sekitar 5 menit bersepeda), jajaran pertokoan hatertseweg.

5. Primark
Ini mall tempat belanja aneka pakaian. Harganya? Hmm relatif murah sih menurut gue. Setidaknya kalo mo dibandingkan dengan pakaian2 di mall2 atau butik lain. Hanya saja beberapa barangnya terkadang bukan kualitas terbaik sesuai kata sang bijak (yg entah siapa) "Yah ada kualitas ada harga". Nilai plus dari tempat ini adalah aneka ragam pakaian yg dijual dengan aneka harga tentunya. Lagi pula tempatnya cukup besar serta dibagi menjadi beberapa pilihan termasuk bagian pakaian wanita & pria.
Lokasi : Di area centrum alias Nijmegen central.

6. Hedgood
Ini toko favorit gue kalo lagi kere tapi butuh beberapa barang, hehehe... Kenapa? karena toko ini menjual aneka barang second yang layak banget untuk dipake (tergantung kejelian mata sih). Mulai dari pakaian, buku-buku, alat dapur, sepeda, lemari, jam sampai barang elektronik kayak tv, kamera, lensa, printer, dll "semua deh ada di sini". Jadi silahkan berburu barang bekas pakai di sini yah :)
Lokasi : Di area centrum alias Nijmegen central.

7. Albert Heijn
Ini semacam toko PALUGADA "apa lw mau gue ada" hahaha.. toko ini menjual aneka makanan dan produk rumah tangga dengan aneka pilihan dengan kualitas minimalis hingga maksimal alias "the best". Yah pastinya harga juga disesuaikan dengan kualitas barangnya donk.
Lokasi : ada yang deket asrama gue (sekitar 10menit bersepeda), tapi ada juga di daerah2 lainnya. Ini cukup byk tersebar di belahan kota-kota di Belanda.

8. Hema
Toserba (toko serba ada) ini adalah saingannya Albert Heijn sih klo gue bilang. Tokonya setipe dan keduanya juga selalu ramai pengunjung. Untuk harga tidak jauh beda namun masing2 toko memiliki brand produk masing2 alias produk asli toko mereka. Nah silahkan kunjungi untuk membandingkan produk mana yg cocok dengan selera kamu.
Lokasi : Di area centrum alias Nijmegen central.

9. Bruna
Ini semacam toko buku yang nyatu dengan pelayanan pos dan bank. Kok bisa? itu pertanyaan yang juga dulu ada dipikiran saya waktu pertama kali berkunjung ke toko ini. Ukuran tokonya sih tergolong sedang bahkan kecil tapi multifungsi. Di sini buka layanan bank (khusus menabung dan pengambilan kartu atm) dan pengiriman surat/paket/kartu pos. Barang2 yang dijual berupa buku bacaan, alat tulis, perlengkapan tinta printer dan cd. Di sini juga bisa isi ulang voucher buss card, benar-benar multifungsi kan :)
Lokasi : dekat asrama gue (sekitar 5 menit bersepeda), jajaran pertokoan hatertseweg. Ada di centrum juga sih dan beberapa daerah lainnya di Nijmegen.

10. Emte
Toko ini menjual aneka produk makanan dari segar hingga olahan. Mirip Lidl tapi pemiliknya berasa dari Turki jadi toko ini juga menyediakan beberapa produk makanan halal. Lega kan.. Kualitas produk makanannya juga tergolong sangat baik yang tentunya berpengaruh ke harganya juga. Hal yang gue sukai, toko ini punya space khusus untuk menjual aneka bunga di setiap musimnya yaitu winter, summer, spring & fall.
Lokasi : dekat asrama gue (sekitar 5 menit bersepeda), jajaran pertokoan hatertseweg.

11. Oriental
Ini toko yang menjual aneka produk makanan Asia (lebih ke chinese food sih) tetapi banyak juga menyediakan produk makanan halal (cek logo kemasan produk). Mulai dari makanan segar seperti sayuran dan buah-buahan maupun olahan seperti bakso, nugget, dimsum, dll. Sebenarnya gue baru belanja ke toko ini alias baru tahu tapi dah langsung jatuh hati karena harganya murah dan banyak bumbu/masakan Indonesia juga di sini kayak nasi goreng, martabak, kue lapis, onde-2, mie telor, kecap,saos,dll asli buatan tanah air. Jadi bisa dipastikan nantinya gue akan sering-sering ke sini :)
Lokasi : Dukenberg centrum

Note : Asrama gue saat ini di Vossenveld. Itu terletak di jl. Vossendijk dekat area pertokoan hatertseweg :)

Senin, 05 Januari 2015

Good Bye Holiday

Senin pagi.., akhirnya gue harus bilang "selamat tinggal liburan".
Perkuliahan dimulai kembali setelah libur panjang karena ada perayaan natal dan tahun baru masehi. Tapi.. Cuaca di luar agak berkabut sih jadi mau ngampus juga males.. hehehe

Well, hari ini memang hari perdana ngampus bagi sebagian besar mahasiswa Radboud tapi gue gak ada kelas hari ini jadilah mengurung diri di kamar. Bukannya apa-apa, tugas gue ternyata masih segunung dan dengan santainya gue masih sempat menulis curahan sepenggal keluh kesah dari otak gue ini.

Gue rasa hari ini, perpustakaan akan kembali ramai seperti biasanya begitu juga dengan kantin dan toilet kampus (yaiyalah). Nah kenapa gue ngomongin ini? soalnya gue sempat melakukan kunjungan ngasal ke kampus pas orang-orang lagi liburan dan itu sepi buanget (udah tau). Ada-ada aja kan gue, giliran orang-orang ngampus gue gak ngampus dan giliran gue ngampus orang-orang dah pada liburan.

Nah besok, gue akan mulai perang dingin lagi dengan yang namanya kuliah. Kali ini gue harus menang!! Yeay!! Sekalipun sulit, gimana gak baru masuk langsung dihadapkan ma komputerisasi yang kemungkinan 80% gue gak ngerti. Huff...

Jadi sekarang daripada gue nyampah yang gak jelas, mending gue coba pahami manual course buat besok aj. Sippppp!

"Pusing itu bagian dari belajar dan belajar itu pasti bikin pusing, itu namanya mikir!"

Minggu, 04 Januari 2015

Harga Produk Tanah Air VS Nijmegen

Semangat Pagi :)
Kali ini gue mau bikin list harga produk yang biasa gue gunakan di Indonesia dan gue gunakan pula di Belanda. Produk - produk ini gue survey alias gue beli dalam rentan waktu kurang lebih 4 bulan di kota Nijmegen. Apa aja deh tuh barang - barang nya ?

1. Peniti dengan jumlah yang sama yang entah dengan kualitas yang sama atau gak tapi yang pasti kemasannya beda, barang ini ternyata mahal sodara-sodara. Harganya 1,6 euro yah gak seberapa sih buat para bule tapi di Bogor (kota asal KTP gue) itu cuma 5 ribu rupiah. Jadi kalo euro dicompare dengan rupiah, harga peniti ini membengkak jadi 24 ribu rupiah. Nyesek.
Note : 1 euro = 15 ribu rupiah (kisaran kurs)

2. Jarum pentul, benda mungil yang sefungsi dengan peniti ini gue beli seharga 4,1 euro yang artinya setara dengan Rp 61.500. Padahal di daerah gue harganya gak lebih dari 15 ribu rupiah, makin nyesek.

Jarum pentul dan Peniti yang Harganya Bikin Nyesek

3. Sambal ABC (sebut merk bukan promosi), ini harganya 0,79 euro nah klo dicompare lagi jadi  Rp 11.850 kali ini gak jauh beda lah ma di Indonesia yang kisarannya sekitar 8 ribu rupiah.

4. Indomie goreng (lagi-lagi sebut merk), ini harganya 0,45 euro yang artinya setara Rp 6.750. Huff padahal biasa beli di warung depan rumah Rp 2.500. Nah untuk produk ini, cita rasanya agak beda. Menurut gue, bumbu mecin di Belanda sedikit dikurangi soalnya jadi kurang asin gimana gituh.

5. Tahu putih, ini cuma coba-coba jadi belinya dikit aja sekitar ukuran 10x5x5cm seharga 0,8 euro. Nah itu setara dengan Rp 12.000 padahal kalo beli di pasar Ciampea Bogor cuma Rp 5000 dapatnya juga bisa 3x lipat. Sedih.

6. Ikan haring, ini ikan khas Belanda (kayaknya,sotoy) yang rasanya lumayanlah (rasa ikan,yaiyalah) karena banyak tulang jadi gue compare ma bandeng lah yah.. hahaha. Harga ikan ini 2 euro untuk sekitar 0,3kg yang artinya setara dengan harga Rp 30.000. Nah kalo gue compare dengan 1 kg bandeng di pasar Ciampea itu harganya gak lebih dari 25 ribu atau kalo mau beli ikan mahal seperti gurame aja Rp 30.000/kg. Ckckck.. harga ikan mahal bener di sini. Yah semua jenis produk seafood mahal sih di Belanda.

7. Kerupuk Asia (warna putih, kecil-kecil yang bisa langsung dimakan) ini harganya 0,55 euro nah artinya setara dengan Rp 8.250. Ya hampun kalo beli di abang-abang nasi goreng kampus gue mah bayar Rp 1.000 juga dapet deh. Hahahaha...

Nah itu dulu harga produk-produk yang bikin gue ketagihan dan harus gue beli. Jadi kalo dipikir-pikir enak banget tinggal di negeri sendiri harganya lebih murah dan rasanya lebih enak (yaiyalah). Tapi kalo dah di negeri orang silahkan beradaptasi Ok!

" Jangan compare harga di negerimu kalo dah hidup di negeri orang karena mahal itu relatif tapi murah itu mutlak guys!!"

Jumat, 02 Januari 2015

Salju di Mata Gue

Kalo dipikir-pikir menurut gue salju itu ...

1. putih tapi belum tentu bersih, yaiya dunk lah kalo dah nyatu ma tanah terus diinjek-injek kan jadi gak bersih lagi :)

2. dingin, ya karena emang jatohnya di musim dingin (winter) lagian juga gak jauh beda ma kayak batu es di kulkas rumah gue, dingiiinn... brrrrrrr...

3. lembut, kalo pas jatuh masih dalam bentuk butir-butiran yang bertaburan diterpa hembusan angin.

4. kasar, klo dah mengeras. Ini juga sama persis dengan batu es yang sering gue temukan di freezer kulkas.

5. cantik, karena semua serba putih tertutup salju. Jadi bikin suasana yang beda, mungkin karena gue baru pertama kali lihat kali ya..

6. es sirup, ini yang selalu gue bayangin kalo lihat salju.

7. bahaya, kalau mengeras bikin jalanan jadi licin. 

8. hibernasi, gue jadi tahu perasaan keluarga beruang yang selalu hibernasi (tidur panjang) di musim dingin.. hehehe

9. flu, dikit-dikit pilek dan bersin klo kelamaan di luar dalam kondisi bersalju. 

10. boneka salju, ini khas musim salju. Dimana-mana orang akan berkreasi membuat bola salju dari yang mungil hingga yang berukuran setinggi manusia, bisa jadi lebih.


 Jejak di Hamparan Salju


"You're so beautiful, white and soft but sometimes you can be more dangerous... snow"

Kikuknya Wanya Part 2

Ini cerita seputar tahun kemarin (2014), hal-hal konyol yang terjadi dalam keseharian gue. Mungkin ada jaringan yang koslet dalam otak gue atau kabelnya ada yang putus.. yeaah whateverlah, semua orang pasti pernah berbuat sesuatu hal yang konyol bukan. Contohnya seperti yang gue lakukan ini nih.
1. Bermula dari airport "schipol", saat menginjakan kaki pertama kali di sana mataku tertuju ke semua orang yang sedang berdiri di depan pintu kedatangan. Jelas saja karena gue juga lagi nunggu seseorang yang bakal ngejemput gue hari itu. 10 menit sudah gue tungguin tapi gak kelihatan juga akhirnya gue keluar menjauh dari pintu kedatangan dan mencoba menyisir area schipol. Tapi gak ketemu juga, gue pun pun kepikiran untuk menelpon orang tersebut tapi karena rooming dan jaringan mobile phone indonesia gue gak bisa dipake jadilah gue harus nyari counter beli nomor baru dulu.  Lalu bertemulah gue dengan lelaki paruh baya berwajah melayu. Tanpa pikir panjang gue ajak ngobrol "permisi pak, saya butuh menelpon keluarga saya. Kira-kira beli simcard dimana ya pak?" tanpa sadar langsung nanya dalam bahasa Indonesia. Si bapak agak bingung lalu menjawab "maaf saya kurang mengerti" tapi dijawab dengan bahasa melayu yang terbata-bata. Huahahhaaha... ternyata usut punya usut si bapak adalah orang malaysia yang sudah lama tinggal di Belanda. Dia bisa berbahasa melayu (Malaysia kali ya) itu pun sedikit-sedikit. Jadilah kita menggunakan bahasa Inggris dipercakapan selanjutnya. Hadeh... wanya wanya.. kikukan jadinya.
Take home message : Don't judge the book by its cover

2. Sambil nunggu bis kebiasaan orang Indonesia itu gak bisa diam. Apalagi kalau nunggunya bareng teman-teman, yang ada nyorocos mulu deh tuh. Gue dan teman-teman gue pun melakukan hal yang sama. Kali ini kita membicarakan keadaan di Belanda. Dari jalan khusus sepeda yang keren banget sampe pelajaran yang padet banget beserta dosen-dosennya yang sadis kalo ngasih tugas kuliah banyak bener. Lalu tiba-tiba lelaki muda di sebelah ikut nimburung "selamat malam, apa kabar?" gue dan teman-teman spontan nengok sambil melongo dan terdiam. Gue rasa semua berkata dalam hati "waduh niy bule bisa bahasa Indonesia". Hahaha... semua langsung kikuk termasuk gue dong. 
Take home message : Keep your mouth in public area! Silent is better :)

3. Kebelet pipis itu memang menyebalkan tapi lebih menyebalkan lagi kalo kamu hilang kendali, kayak gue. Gara-gara kebelet gue gak lihat tanda Male or Female depan toilet. Langsung main masuk aja gitu. Itu terjadi di kampus gue tepatnya dalam toilet gedung sains lantai 1 depan perpustakaan (lengkap bener). Toiletnya sih ada 2 bilik dan waktu masuk gak da siapa-siapa di sana jadi gue gak nyadar kalo gue salah masuk toilet cowok. Masalahnya waktu keluar, gue langsung shock! Ternyata ada cowok dan gue nyadar kondisi toiletnya beda, so kikuk kan gue. Langsung aja bilang "sorry my mistake" tapi dengan tenangnya masih sempat cuci tangan dulu. Gue rasa saat itu si bule juga sama kikuknya dengan gue. Tapi yang lebih nyebelin lagi, pas keluar toilet ternyata rame bener dan sebagian besar cowok semua. Jadilah semua mata tertuju padaku, huahahahha.... 
Take home message : Don't be silly, keep your consciousness!

4. Lagi laper-lapernya ada yang nawarin makan gratis. Biasa lah di kampus gue banyak acara buat para mahasiswa yang tidak jarang menyediakan makanan dan minuman buat para mahasiswa, seperti kali ini kayaknya. Gue dan 3 orang temen lainnya (non Indonesia) gak mau melewatkan kesempatan donk. Langsung aja dengan santainya ikut ngambil makanan (semacam prasmanan). Tiba-tiba salah seorang teman gue ditegur "kamu mahasiswa mana?" teman gue dengan PDnya  menjawab "Biologi pak". Si bapak pun berkata "ini bukan acara mahasiswa Biology tapi medical biology, tapi kalau kamu laper silahkan makan setelah kami selesai" teman gue langsung kiku termasuk gue dan 2 orang di belakang teman gue. Huahahahha... salah target.. kabuur..
Take home message : Even you're really hungry still do not lose your mind

Well.. itu dulu lah yang mau gue share seputar kekikukan gue di negeri kincir. Hal-hal konyol yang pada akhirnya bikin gue menikmati hidup dengan menertawakan diri sendiri :)

"Ridiculous things need to be saved in your memory because you can laugh about it later"

Rabu, 31 Desember 2014

31 Desember 2014

Kali ini gue cuma mau curhat, karena gak ada (manusia) yg bisa diajak ngobrol.. udah bosen ngomong ma burung yang hinggap di pohon depan jendela kamarqu atau pun ngobrol ma bungaku yang baru mekar..

Well.. sepi banget di asrama,

Namun setidaknya ada satu hal yang bikin gue senang... tadaaa : bunga Amaryllis yang gue tanam mekar dengan semekar-mekarnya tepat di hari ini. Yeay...



Tapi.. di luar berisik banget, untung saja ini bukan jaman perang karena kalau ini jaman perang pasti semua orang dah siaga 1! Dari kemarin letusan kembang api bertebaran di penjuru langit padahal baru hari ini penghujung kalender masehi berakhir. Ckckck bikin gue gak bisa tidur..

Tadi malam kali pertama lihat "fireworks" dari jendela kamar : woww cooll...
beberapa saat kemudian, kali kedua : amazing... cantiknya
lalu menit berikutnya, kali ketiiga : Wah.. lebih berwarna...
Kali keempat : Kok lama banget, gak berhenti2
Kali kelima : lah makin rame aja
Kali kesekian, keesokan harinya : Aduh kapan berhentinya ini (besok pagi kelesss).. aaghh  tidaak.. gak bisa tidur

Kalo kumpul ma teman2 bisa jadi gak bakal kerasa sih.. tapi karena lagi ngerjain tugas tok! Ditemani secangkir teh plus bikuit.. huff jadinya menggalau deh...

Untung saat seperti ini masih bisa main gaget, yah lumayan terhiburlah.. aktifin whats'up lanjut facebookan cukup membantu mencairkan suasana.. tapi dipikir-pikir, gue kayak orang aneh yang ketawa-ketawa sendiri gegara baca comment nak2 di whats'up..

Harusnya hari ini gue bersama keluarga bukan hanya untuk merayakan tahun baru tapi merayakan hari lahir mom.. atau setidaknya berkumpul dengan sahabat2 kayak mbak nita atau wastu atau majek atau zizah (eh gak bisa dink doi baru merit) atau nak2 teman seperjuangan di BDP dulu atau kalo nggak gue bisa ke Quratunnada (taman asuhan) yg nak2 nya penuh dengan semangat jadi bisa bikin gue lebih semangat. Tapi kenyataannya gue di sini di negeri kincir angin negeri yang gue idam-idam kan dengan setumpuk tugas dan jurnal yang harus dibaca. Nah loh.. welcome to the student's world

WANYA GAK USAH MERATAPI HIDUP cukup jalani hidup loe aja.. baca jurnal loe, kerjain tugas loe dan selesaikan proposal loe.. Gitu aja kok repot..wkwkwkwk

Bersiap mengucapkan "Happy birthday to my mom" smoga sehat selalu, dilindungi selalu, dimudahkan rejekinya selalu dan dibahagiakan selalu aamiin aamiin aamiin.. Ya Allah sebagaimna Engkau menjawab mimpi-mimpiku, tolong sekali lagi kabulkan permohonanku kali ini aamiin.

" Menjelang malam tahun baru 2015, Meski berisik belum tentu bisa meramaikan.. Meski sepi belum tentu menenangkan.. jalani saja Ok! Smoga bahagia Wanya n Gud luck!"

Senin, 15 Desember 2014

Kikuknya Wanya Part 1

Museum Bronbeek, 22 November 2014
Entah darimana ide ini muncul, tiba-tiba gue melakukan tour ke museum-museum di Belanda. Museum Bronbeek menjadi kunjungan museum ke dua gue setelah kunjungan pertama ke Museum Sepeda yang terletak di kota gue sendiri yaitu Nijmegen.

Museum Bronbeek, mulanya merupakan bangunan salah satu "Royal Palace" namun kemudian dibeli oleh King William III dan diberikan kepada negara sebagai tempat peristirahatan "rumah" bagi para veteran tentara KNIL (Koninklijk Nederlands Indisch Leger) yang dalam sejarah Indonesia kita kenal sebagai Tentara Belanda yang menduduki Indonesia (http://en.wikipedia.org/wiki/Bronbeek). Jadi singkatnya, kalau teman-teman berkunjung ke sana akan sering bertemu dengan para tetua alias para jompo (kakek-kakek) veteran KNIL. Ya jelas lah karena museum ini juga sekaligus rumah mereka.
 Gbr 1. Manekin tentara KNIL

Gbr 2. Sensus penduduk di Batavia 1679

Nah, sewaktu ke sana saya ditemani oleh seorang teman bernama “R” (inisialnya aja). Dia seorang pemuda keturunan Belanda yang cukup tertarik dengan sejarah Indisch. Jadilah dia menjadi guide gak resmi gue di sana. 2 jam lebih, gue & R keliling museum melihat berbagai macam bukti sejarah perlawanan bangsa gue terhadap Belanda sekaligus perjuangan para pendahulu mencapai kemerdekaan. Dari senjata bambu runcing sampai meriam. Dari tokoh Belanda yang datang ke Negara gue sampai para pahlawan kemerdekaan merah putih. Lalu gue sadar “Merdeka” menjadi kata yang mudah diucapkan tapi ternyata menyimpan segelimang air mata. Lalu kenapa gue kikuk?

Hahaha… ini sepenggal cerita tentang kekikan gue di negeri Belanda. Jelas saja kikuk, gue banyak diceritakan tentang bagaimana sulitnya para pendahulu gue mengusir penjajah dan itu diceritakan oleh seorang keturunan “penjajah”. Ckckck... mau kesel dia sudah berbaik hati jadi guide, mau senang isi sejarah tentang penjajahan menyedihkan semua, mau marah juga buat apa?marah ke siapa? Lagi pula R temanku itu juga mengerti adanya ketidakadilan yang terjadi di masa lalu, tentang bangsa gue dan bangsa dia. R bahkan menegaskan, dia banyak belajar dari sejarah. Hari ini dan selanjutnya tidak boleh terjadi seperti itu lagi. Wuihh... gue harap juga begitu.
 Gbr 3. Meriam Aceh

Gue makin kikuk ketika kami bertemu dengan seorang kakek yang mengaku veteran KNIL. Si kakek mengajak kami berkeliling mengamati peninggalan-peninggalan sejarah sembari memberi penjelasan yang tidak tertera di papan penjelasan pajangan museum. R teman gue pun jadi risih dibuatnya karena sejujurnya R kurang suka mendengarkan pembicaraan orangtua (apalagi kakek-kakek), setidaknya itu yang dia bisikan ke gue (hahaha). Lalu si kakek berkata “Dulu Belanda jahat sekali ke orang-orang Indonesia” dengan aksen bernada melayu sembari menerjemahkan ke dalam Bahasa Belanda karena R jelas gak paham Bahasa Indonesia. Lalu… tetiba R menatap si kakek dengan tajam sembari berbincang dengan Bahasa Belanda yang kemudian jadilah gue yang gagal paham. Dari nada bicaranya sih sepertinya bernada negatif dan benar saja seusai kunjungan museum, R menjelaskan ke gue tentang perbincangannya dengan si kakek tadi. R menegaskan ke si kakek bahwa dia pemuda keturunan Belanda yang tidak berada di masa itu jadi R berharap si kakek tidak menyamaratakan beberapa tokoh Belanda di masa itu dan di masa sekarang. R juga bahkan bertanya balik tentang pendapat gue mengenai negaranya. Nah loh, gue makin kikuk deh.

Jadi gue rasa si Kakek gak bermaksud jahat, dia hanya ingin membuat gue nyaman tinggal di negeri Belanda dan mencoba menjadi warga yang baik dengan mengatakan bahwa dia paham dengan penderitaan bangsa gue di masa lalu. Selain itu, dia mencoba berkomunikasi dengan gue dan agar gue merespon percakapannya dengan santai jadilah dia mengatakan tentang hal seperti itu. Menurutku si kakek hanya ingin berbincang-bincang dan R teman gue itu menanggapinya terlalu serius. Soal pendapat gue mengenai negaranya gue hanya bilang kalo kita hidup di masa sekarang dan banyak kejadian buruk terjadi di masa lalu. Tugas kita sebagai generasi peneruslah yang perlu bekerjasama tentunya yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Lagipula lihat gue sekarang, gue datang ke Negara yang dulu menjajah bangsa gue untuk belajar karena gue sadar negara ini memang lebih maju tentang pengetahuan lagipula banyak tokoh negarawan dari bangsa gue yang belajar ke sini tanpa takut dengan hubungan buruk di masa lalu. Jadi gak perlu khawatir dengan masa lalu selama ada niat untuk memperbaikinya di masa mendatang. Ok! Kemudian satu hal mengenai budaya gue, di Negara gue, mereka yang muda sangat menghormati yang lebih tua jadi ketika yang tua berbicara sudah sewajarnya yang muda mendengarkan bukan berarti harus menyetujui... hehe… R pun manggut-manggut dan mengatakan sepertinya dia paham maksud si kakek tadi. Huff... syukurlah kekikukan teratasi.

Itulah sepenggal cerita kekikukan gue dan sebagai informasi dulu gue kurang tertarik dengan yang namanya sejarah, tapi sekarang di sini di negeri kompeni, gue jadi lebih tertarik J

“It’s not about your life in the past but it’s about what you learn from the past”.