Pukul 05.00 am,,
q ma linong (tmn sma) bertolak ke stasiun tanjung barat menuju stasiun Jkt Kota dengan tujuan akhir Kep. Seribu tepatnya Pulau Panggang. Maksud dan tujuannya sih menghadiri nikahan kerabatq " Bang Hendri " tp sekalianlah pesiar alias happy2,,, ^_^
Nyampe di pelabuhan muara angke...Wow super heran,,kok wisatawan lokalnya membludak gini,,padahal tahun kemarin q pnellitian di sana, gak serame ini...ckckck so kapal angkutan penumpang dengan tujuan pul.panggang yg biasanya beroperasi dengan 1 buah kapal harus menggunakan 3 buah kapal. Q ma Linong naik di kapal ke-3 coz skalian nunggu seniorq juga (K'Budi n Friends) yg mw menghadiri kondangan.
Perjalanan 3jm jadi gak terasa karena dah lama gak ke sana, q bgitu semagat nerangin ttg Pul.1000 niy ke linong., mulai dari pul. Bidadari yang qt lewatin trus Pul. Untungjawa, ampe Pul.Pramuka tapi dodolnya q,,rute pul. panggang yang qtuju terlewat begitu saja,,q lupa ngasih tau abang driver kapal buat nurunin q n friends d pul.panggang. Alhasil kapalnya lempeng aja ampe pul.Kelapa...gak di Bogor, gak di Jakarta gak di Pul.Seribu q nyasar mulu.. hahahahaha.. tapi kali ini nyasar membawa keberuntungan,,,
Kapal akhirnya bertolak langsung ke pul.kelapa melewati pul.panggang tapi tenang,,,nanti sehabis dari pul.kelapa barulah q berlabuh di pul.panggang,,jadi bolak balik gtu deh...
karena rute seharusnya Pul. Pramuka-Pul. Panggang - Pul. Kelapa menjadi : Pul. Pramuka - Pul. Kelapa - Pul. Panggang.
Sepulang dari pul. Kelapa q disambut dengan sekawanan lumba-lumba...huiiiihhhh keren sangat...
mereka tepat dibawah kapal yg q tumpangi bener-bener dekat dan beradu cepat dengan kapal seakan-akan terlihat sengaja mempertontonkan diri...It's amazing,,
Di sana, q snorklingan, mancing (biarpun gak dapat2 ikan..hahahhaha) dan pastinya melahap aneka seafood...maknyus...snorklingan jadi lebih seru soalnya dapat teman baru (maap lupa namanya), ada 2 ABG kls 1 SLTP dan adenya Jardi yg kuliah tk.2 ditambah tmn baikq si Linong...ramelah coz biasanya q snorklingan sendri aj di sana...
Hari Kondangan yang menjadi tujuan semula pun tiba,,dah rapi donk...ini pertama kalinya q memakai batik di pul.seribu. Datang langsung q n friends eh ada masterq jg (Pak Irzal_dosen pembimbing skripsiq bersama kedua anaknya) ngasih ucapan selamat ke Bang Hendri, ngasih kado trus poto2deh. Bis tu niatnya mau langsung makan eh Pak Wawi (Nelayan sana yg juga kepala keamanan) minta q naik panggung buat nyanyi....mantap disuruh nyumbang lagu dangdut pula...alhasil q pake jurus kaki seribu alias kabuuuuuurrrrr..... biarlah gak sempat makan toh semalam semua jenis seafood juga dah qsantap...
hahahhahaha.... maaf ya warga pul.panggang..suer dah, q gak bisa nyanyi bukan apa2 takut pul.panggang tenggelam klo q nyanyi,,sorry pak Wawi sorry pak Anggi n sorry Bang Hendri...
Kapan2 q main lagi deh ke sana coz I always be happy in Thousand Island especially Pul.Panggang with my Crew,,so i'll go there again in the next time
Just sharing : my life, activities, information, the funny thing, something stressful, etc. Perhaps there's nothing special because I just want to write.. hahhaha... *It's a way to keep my memories safely :)
Minggu, 22 Mei 2011
Selasa, 22 Maret 2011
LOWONGAN KERJA DI SEA WORLD INDONESIA
PT. Seaworld Indonesia membuka lowongan kerja untuk :
STAF EDUCATION GUIDE
- Pria, single
- Sarjana S1 Perikanan
- Usia Max. 25 th
Berminat, silahkan kirim lamaran ke PT Sea World Indonesia
Jl. Lodan Timur No. 7 Jakarta Utara 14430
atau via email ke : hiu@seaworldindonesia.com
Selasa, 15 Maret 2011
Informasi Lowongan Kerja Bidang Perikanan
Dibutuhkan seorang Quality Controler (QC) di PT Global Gen Indonesia
Persyaratan :
- Lulusan Sarjana (S1) bidang perikanan diutamakan perikanan budidaya
- Pria
- Berkomitmen, mampu bekerja sama dan bersedia di tempatkan di luar Jawa
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi : Mba' Sofi (08563490540)
Persyaratan :
- Lulusan Sarjana (S1) bidang perikanan diutamakan perikanan budidaya
- Pria
- Berkomitmen, mampu bekerja sama dan bersedia di tempatkan di luar Jawa
Informasi lebih lanjut silahkan hubungi : Mba' Sofi (08563490540)
Kamis, 10 Maret 2011
Lele berkulit Jaguar dari Sungai Amazone
Stenolicnus ix, sejenis lele kecil yang memiliki pola bintik pada tubuhnya
Lele mungkin sudah sangat akrab dengan masyarakat Indonesia. Akan tetapi, bagaimana dengan lele berkulit mirip jaguar? Pastinya ini merupakan hal baru. Para ilmuwan baru saja menemukan spesies ini dan memublikasikan temuannya di jurnal Zootaxa, Kamis (10/3/2011).
Para ilmuwan mengatakan, lele yang ditemukan memiliki tampakan luar berwarna krem dengan bintik-bintik, persis kulit jaguar. Karena kemiripan itu, lele jaguar ini kemudian dinamai Stenolicnus ix. Dalam bahasa Maya, “ix” adalah kata yang merujuk pada spesies jaguar.
Stenolicnus ix memiliki perbedaan menonjol dengan hewan lain pada genus yang sama. Spesies ini memiliki panjang nasal barbel yang berbeda dari spesies lain segenus. Nasal barbel adalah organ taktil yang memanjang dari mulut, berwujud mirip kumis kucing.
Spesies ini ditemukan dalam rangkaian ekspedisi di wilayah hutan Amazon bagian utara, Para, Brazilia, wilayah hutan hujan tropis yang mencakup area seluas 4 hektar. Ilmuwan menemukan ketika mengeksplorasi dasar Sungai Curua, menyaring pasir dan sampah daun dengan memakai jaring kecil.
“Ikan ini kami temukan ketika kita akan menyelesaikan penelitian di danau kecil. Spesiesnya sangat kecil karenanya sangat sulit ditemukan. Itulah sebabnya kami hanya mengambil satu sampel,” kata Wolmar Wosiack, peneliti dan kurator koleksi ichtyologi di Emilio Goeldi Museum, Para.
Selain lele berkulit jaguar ini, terdapat 15 spesies lainnya yang juga ditemukan di perairan yang sama selebar 5 meter dengan kedalaman 1 meter. Wosiack menemukannya bersama rekannya, Daniel Coutinho, dari Federal University Para dan Luciano Montag, mahasiswa pascasarjana di universitas tersebut.
Ekspedisi ini diorganisasi oleh Emilio Goeldi Museum dan Conservation International Brazilia. Ekspedisi dilakukan pada tahun 2008 dan melibatkan 30 ilmuwan, dipimpin oleh Alexandro Aleixo, peneliti dan kurator koleksi burung Museum Goeldi. Eksplorasi dilakukan di wilayah hutan seluas 12 juta hektar.
Sumber : Utomo, Yunanto Wiji. 2011. Spesies Lele Berkulit Jaguar Ditemukan. Ed. A. Wisnubrata. www.Kompas.com. [Kamis, 10 Maret 2011]
Kamis, 24 Februari 2011
Topi Jerami's Crew Goes To New World
Makin hari komik "1P alias one piece" yang dikomandai oleh kapten Luffy si topi jerami makin seru aj ceritanya.
Buatqu, kisah petualangan mereka begitu fantastis, menegangkan, unbelievable, kocak, seru, nengharubiru.. Mantaplah...
Saat mereka tumbuh dewasa seiring tumbuh-berkembangnya kekuatan dalam diri kru... Lawan yang dihadapi juga semakin tangguh.
Tetap berjuang Topi Jerami n Kru...
Keep Fighting!!!! ^_^
Buatqu, kisah petualangan mereka begitu fantastis, menegangkan, unbelievable, kocak, seru, nengharubiru.. Mantaplah...
Saat mereka tumbuh dewasa seiring tumbuh-berkembangnya kekuatan dalam diri kru... Lawan yang dihadapi juga semakin tangguh.
Tetap berjuang Topi Jerami n Kru...
Keep Fighting!!!! ^_^
Kamis, 10 Februari 2011
PEMBENIHAN TIRAM MUTIARA (Pinctada maxima) DI BALAI BUDIDAYA LAUT LOMBOK, NUSA TENGGARA BARAT
ABSTRAK
Balai Budidaya Laut Lombok merupakan salah satu tempat yang menjadikan pembenihan tiram mutiara sebagai salah satu kegiatan pokok karena perairannya merupakan salah satu habitat alami tiram mutiara. Hal inilah yang menjadi dasar dilakukannya praktek lapangan pembenihan tiram mutiara di lokasi tersebut. Kegiatan bertujuan agar mahasiswa mampu memperoleh keahlian, pengetahuan tentang pembenihan tiram mutiara serta mampu memecahkan permasalahan yang ada saat itu. Praktek lapangan ini dilaksanakan pada tanggal 03 Juli sampai dengan tanggal 20 Agustus 2008. Kegiatan yang dilakukan meliputi 3 pendekatan yaitu mengikuti secara langsung, wawancara dan studi literatur mengenai kegiatan pembenihan tiram mutiara. Hasil pengamatan menunjukan bahwa pada 13 ekor induk tiram mutiara dengan ukuran panjang engsel induk yang disampling berkisar antara 12 – 15,1 cm dengan tinggi normal antara 15,7 – 21,3 cm menghasilkan larva dengan Survival Rate (SR) yang terus menurun di setiap perkembangan fase larvanya yaitu dari D-Shape dengan SR 95,8% sebanyak 19.542.000 ekor hingga spat 1,74% sebanyak 354.375 ekor. D-shape dan umbo 3 merupakan stadia krisis larva. Data diolah secara deskriptif melalui metode sampling. Dengan demikian praktek lapangan ini mampu memberikan pengetahuan baik teknis maupun non teknis kepada mahasiswa mengenai pembenihan tiram mutiara.
Key words : Tiram mutiara, Survival Rate, Larva
Rabu, 09 Februari 2011
Peran Perendaman dengan Air Tawar dalam Menekan Penyakit pada Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Doty di Perairan Semak Daun Kepulauan Seribu, Jakarta
Kappaphycus alvarezii Doty merupakan salah satu jenis rumput laut penghasil karaginan yang banyak dibudidayakan, antara lain di perairan Pulau Pari Kepulauan Seribu Jakarta. Di pulau tersebut, usaha budidaya rumput laut mengalami kesulitan produksi disebabkan oleh hama dan penyakit ice-ice. Penyakit ini muncul akibat perubahan lingkungan yang menyebabkan rumput laut stress sehingga mudah diserang bakteri patogen dari dalam air dengan indikasi talus yang memutih. Bakteri patogen yang hidup di air bersalinitas tinggi dapat dilemahkan oleh air tawar seperti dipping (perendaman) ikan laut ke dalam air tawar yang ternyata mampu mengurangi parasit dan bakteri pada tubuhnya. Perlakuan tersebut mungkin bisa diterapkan pada rumput laut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran air tawar dalam menekan serangan penyakit pada budidaya rumput laut K. alvarezii Doty di perairan Semak Daun, Kepulauan Seribu.
Penelitian dilakukan di perairan Semak Daun, Kepulauan Seribu Jakarta. Rumput laut dengan berat per rumpun 96,67 – 101,33 g dipelihara menggunakan metode longline 15 m sebanyak 6 tali ris dengan 2 perlakuan yaitu tanpa dan dengan perendaman air tawar. Pada tali diikat rumput laut sebanyak 60 rumpun. Setiap perlakuan diulang 3 kali dan dipelihara selama 27 hari. Perendaman dilakukan dengan cara mengangkat bibit rumput laut pada tali ris kemudian direndam di air tawar dalam wadah styrofoam selama 5 menit. Pada 15 bibit dari tiap tali ris ditimbang bobot dan diukur diameternya. Setelah pengukuran bibit sampel kembali diikat pada tali ris. Parameter yang diamati terdiri dari kondisi rumput laut, pertumbuhan bobot, diameter talus dan biomassa rumput laut serta fisika-kimia perairan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam lingkungan perairan dengan karakteristik seperti kecepatan arus permukaan rata-rata 0,28 m/s, kandungan nitrat dan nitrit rata–rata 0,0943 mg/l, serta fosfat rata-rata 0,0926 mg/l menyebabkan rumput laut mengalami serangan penyakit ice-ice dan epifit. Serangan penyakit memperlihatkan prevalensi yang berbeda pada dua macam perlakuan di akhir pemeliharaan, dimana rumput laut yang direndam air tawar memiliki prevalensi ice-ice 4,5% dan epifit 17,8% lebih rendah dibandingkan dengan rumput laut yang tidak direndam yaitu 15,5% dan 31,1%. Perlakuan air tawar mampu membunuh atau melemahkan bakteri patogen sehingga memberi pengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot rata-rata dan biomassa bibit K. alvarezii. Di akhir pemeliharaan bobot rata-rata dan biomassa bibit perlakuan air tawar 147,56 g dan 26,56 kg sedangkan kontrol 126,11 g dan 21,44 kg. Oleh karena itu, air tawar terbukti berperan dalam menekan serangan penyakit ice-ice dan epifit.
Sumber : Skripsi oleh Astriwana (2010)
Langganan:
Postingan (Atom)

